2 komentar
  1. Balasandaari Dinda :

    Tersendak hatiku bila mana ku dengar kata-kata bintang yang menuntunku menggapai suatu harapan untuk bisa selalu bersamamu kanda
    rumusan impian yang sedang ku jalani saat ini memiliki titik sudut
    khas seperti bintang yang menjulang tinggi seperti yang kau harapkan.
    tapi naluri hatiku tidak akan pernah bisa menyatu untukmu membangun sebuah gunung cinta di tengah samudra ini
    Pantai Alue Naga adalah harapanku bersamamu, tapi aku ingin bebas dari belunggu hatimu yang setiap saat memberikan harapan palsu untuk diriku. bukannya aku tak setia menjumpaimu tapi jiwaku manahan untukmu agar kau membenciiku selamanya.

    kisah cinta kita tak sepatutnya engkau ceritakan pada anakmu, biarkan kisah ini melampau di udara terbuai angin dan di sambar petir raksasa, biarkan itu terjadi agar dirimu benar-benar melupakanku untuk selamanya.

    jangan lagi engkau menaburi bunga di dermaga pantai Alue Naga, diriku tak sanggup lagi menerima kirimanmu dari sana meskipun sekuntum bunga dan tetesan air mata di kertas putih yang kau hanyutkan dalam botol, tak akan menggugah hati dan prinsipku ini,.
    karena aku ingin engkau melupakaku untuk selamanya

    ketika rembulan sedang berada di puncak purnama Aku tak pernah ada untukmu disana, mungkin bayanganku yang selalu menghantuimu, maafkan aku bila aku salah membuat kanda begitu..
    dan kini baru aku sadari, bahwa segumpal benih cinta bisa menciptakan hasrat cinta setinggi gunung fujiama,, bilamana setinggi gunung benih cinta setinggi apa ya hasrat cinta..

    gxgxgxgx

    ReplyDelete
  2. salam muhajir
    mantap sekali cerpennya, menginspirasi saya tentang arti kehidupan di kala rindu menerpa. kita harus tetap sabar dan ikhlas menerimanya.
    kerinduan kepada seseorang kadang kala membuat kita tak bisa menahannya, tetapi menjadi suci sebuah cinta karenanya.
    saya sangat suka sekali kalimat di bawah ini, benar-benar mengenak sekali :

    Aku selalu pura-pura menolak hadiah istimewa itu. “Kanda ini terlalu berlebihan. Bukankah ikan-ikan karang ini sangat berharga mahal bila dijual ke pasar?,” timpalku.

    “Dinda, cinta bukanlah sebuah benda yang bisa dinilai dengan angka. Apalah artinya lembaran Rupiah, bila bahagia mampu kujemput dengan segala rasa,”

    betapa bermaknanya sebuah cinta baginya, tak ternilai oleh apapun di dunia ini.

    terus berkarya dengan tulisan-tulisanmu yang hebat. sukses selalu

    ditunggu cerpen-cerpen selanjutnya

    kapan novelnya berada di tangan saya?

    ReplyDelete